Warta Umum, Riau – Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) bersama PT SUCOFINDO (PERSERO) meresmikan sumur air bersih di Masjid At Taubah, Desa Toapaya Selatan, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.

Peresmian tersebut merupakan bagian dari program pembangunan 70 sumur air bersih di berbagai daerah di Indonesia dalam rangka memperingati HUT ke-70 PT SUCOFINDO (PERSERO).

Sumur yang telah selesai dibangun itu kini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap air bersih yang aman dan berkelanjutan.

Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, mengatakan ketersediaan air bersih menjadi salah satu tantangan penting bagi wilayah kepulauan.

Menurutnya, Kepulauan Riau memiliki 275 desa dan 164 kelurahan yang tersebar di berbagai pulau. Kondisi geografis tersebut membuat pemerataan akses terhadap layanan dasar, termasuk air bersih, membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak.

“Air bersih merupakan kebutuhan yang sangat penting, terlebih bagi wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis tersendiri. Kami mengapresiasi kolaborasi ABPEDNAS dan SUCOFINDO yang telah menghadirkan fasilitas air bersih bagi masyarakat Desa Toapaya Selatan,” ujarnya.

Nyanyang berharap program serupa dapat terus diperluas sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak masyarakat di wilayah kepulauan.

Ia menambahkan, penyediaan akses air bersih juga sejalan dengan implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat ketahanan air nasional.

Program tersebut sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan terkait akses terhadap air bersih dan sanitasi yang layak bagi seluruh masyarakat.

Ketua Umum ABPEDNAS, Indra Utama, mengatakan penyediaan akses air bersih merupakan langkah konkret dalam mendukung pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

“Air adalah sumber kehidupan. Ketika masyarakat memiliki akses terhadap air bersih, kesehatan keluarga akan lebih terjaga, aktivitas masyarakat menjadi lebih baik, produktivitas meningkat, dan kualitas kehidupan masyarakat desa pun dapat terus ditingkatkan,” kata Indra.

Ia menilai pembangunan desa tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap kebutuhan dasar yang layak.

“Kolaborasi antara dunia usaha, organisasi masyarakat, pemerintah, dan masyarakat dapat menghasilkan sesuatu yang nyata dan langsung dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT SUCOFINDO (PERSERO), Sandry Pasambuna, mengatakan pembangunan sumur air bersih menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, momentum HUT ke-70 SUCOFINDO menjadi kesempatan untuk mewujudkan rasa syukur melalui berbagai kontribusi yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

“Tahun ini menjadi momentum istimewa bagi SUCOFINDO karena memasuki usia ke-70 tahun. Rasa syukur atas perjalanan tujuh dekade tersebut kami wujudkan melalui kontribusi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Sandry menegaskan, air bersih memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan, produktivitas, dan keberlangsungan kehidupan masyarakat.

“Kami mengapresiasi kolaborasi bersama ABPEDNAS yang telah memungkinkan program ini terlaksana. Kami berharap sinergi ini dapat terus diperkuat sehingga tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga mendukung keberlanjutan pembangunan di berbagai daerah,” tambahnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Komisaris PT SUCOFINDO (PERSERO), Wiwin Fitriana, yang juga merupakan Pengurus Srikandi Jaga Desa.

Wiwin mengatakan keberhasilan program tidak hanya diukur dari terbangunnya fasilitas, tetapi juga dari kemampuan seluruh pihak dalam menjaga keberlanjutan manfaatnya.

“Pembangunan sumur air bersih ini bukan sekadar penyediaan fasilitas, tetapi bagian dari upaya membangun manfaat yang berkelanjutan. Karena itu, kolaborasi dan kepedulian bersama menjadi penting agar fasilitas yang telah dibangun dapat dijaga, dimanfaatkan secara optimal, dan memberikan manfaat dalam jangka panjang bagi masyarakat,” pungkasnya.