Warta Umum, Bandung – Pemkot Bandung mempercepat penanganan sampah di Eks TPA Dago dengan mengerahkan delapan armada pengangkut untuk membersihkan tumpukan sekitar 150 meter kubik yang mengendap sejak September demi mencegah dampak lingkungan bagi warga.

Koordinator Wilayah Cibeunying, Bowo Bagus, memastikan pengerahan armada dilakukan maksimal untuk menuntaskan persoalan yang berlarut.

“Target kami hari ini selesai, kami kerahkan total 8 unit armada, terdiri dari 3 truk tronton berkapasitas 25 meter kubik dan 5 unit armada berkapasitas 12 meter kubik,” ujar Bowo.

Penumpukan disebut sebagai akumulasi hampir dua bulan yang terjadi karena pengurangan tonase angkut.

“Setiap hari sebenarnya ada pengangkutan, tapi karena tonase armada dikurangi akhirnya terjadi penumpukan hingga sebesar ini,” jelas Bowo.

Sejak pagi armada terlihat hilir-mudik membawa sampah yang membentuk gunungan di lahan TPS.

“Semua kekuatan kita keluarkan, mobil bergerak terus bergantian supaya tumpukan bisa habis hari ini,” kata Bowo.

Ketergantungan Kota Bandung pada TPA milik provinsi yang kini overload disebut Bowo membuat pemilahan sampah oleh warga menjadi sangat krusial.

“Kalau sampah tidak dipilah, semuanya menumpuk di TPA, organik, anorganik, residu semuanya dibuang, itu membuat TPA cepat penuh,” tutur Bowo.

Ajakan pemilahan kembali disampaikan Bowo sebagai langkah utama mencegah penumpukan.

“Pemilahan oleh warga dari sumber itu kunci, lalu buang residu sesuai jadwal pengangkutan, dengan begitu penumpukan bisa kita cegah,” ujarnya.