Cegah Penyimpangan, Pusat Penelitian dan Pengaduan MBG Madura Resmi Deklarasi di Pamekasan
Warta Umum, Madura – Inisiatif masyarakat untuk ikut mengawal pelaksanaan program strategis pemerintah kembali muncul dari Pulau Madura. Sejumlah tokoh masyarakat dan pegiat sosial menggagas pembentukan Pusat Penelitian dan Pengaduan MBG Madura (P3MBG Madura), Rabu (11/3/2026) bertempat di area monumen Arek Lancor Pamekasan.
P3MBG Madura ini akan menjadi lembaga independen yang berfokus pada pemantauan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Gagasan pendirian lembaga tersebut dilatarbelakangi oleh besarnya cakupan program MBG yang menargetkan jutaan penerima manfaat di berbagai daerah di Indonesia. Di wilayah Pulau Madura sendiri, program tersebut menyasar siswa di empat kabupaten, yakni Pamekasan, Sampang, Bangkalan, dan Sumenep.
Tim inisiator menilai, program dengan skala besar seperti MBG memerlukan pengawasan yang tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi juga melibatkan partisipasi masyarakat. Pengawasan tersebut dinilai penting untuk memastikan program berjalan sesuai dengan tujuan utamanya, yakni meningkatkan kualitas gizi anak, menekan angka stunting, serta memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Program ini sangat positif karena menyentuh langsung kebutuhan anak-anak. Namun karena pelaksanaannya melibatkan banyak pihak di berbagai daerah, pengawasan publik menjadi hal yang penting agar program tetap berjalan dengan baik,” ujar salah satu inisiator.
P3MBG Madura dirancang sebagai lembaga independen yang bersifat non-profit dan bergerak di bidang penelitian kebijakan publik, pengawasan pelaksanaan program pemerintah, pengaduan masyarakat, serta advokasi sosial. Kehadiran lembaga ini diharapkan dapat menjadi penghubung antara masyarakat, pelaksana program di lapangan, serta pemerintah.
Melalui lembaga tersebut, masyarakat nantinya dapat menyampaikan berbagai laporan maupun keluhan terkait pelaksanaan program MBG. Laporan yang masuk dapat mencakup berbagai hal, mulai dari kualitas makanan yang diberikan kepada siswa, ketidakteraturan distribusi, hingga dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan program.
Selain membuka layanan pengaduan, P3MBG Madura juga berencana menjalankan berbagai kegiatan pemantauan dan penelitian. Kegiatan tersebut antara lain monitoring dapur MBG, survei kepada penerima manfaat, serta penyusunan laporan hasil pemantauan yang akan dipublikasikan secara berkala.
Dalam konsep awal yang disusun tim inisiator, lembaga ini juga akan menyediakan sejumlah kanal pengaduan masyarakat. Kanal tersebut meliputi hotline pengaduan, layanan WhatsApp, situs web pelaporan, platform sosial media, hingga pembentukan posko pengaduan di beberapa wilayah di Madura.
Tim inisiator P3MBG Madura juga berencana melakukan inspeksi lapangan secara langsung ke dapur penyedia makanan MBG serta memantau proses distribusi makanan kepada para siswa penerima manfaat.
Hasil dari berbagai kegiatan pemantauan tersebut nantinya akan dirangkum dalam bentuk laporan penelitian dan rekomendasi kebijakan. Laporan itu akan disampaikan kepada pemerintah sekaligus dipublikasikan kepada masyarakat sebagai bentuk transparansi.
“Tujuan utama kami adalah memastikan program ini benar-benar berjalan tepat sasaran, transparan, serta memberikan manfaat yang maksimal bagi anak-anak,” kata tim inisiator.
Dalam waktu dekat, tim inisiator juga akan membuka posko pengaduan masyarakat serta merekrut relawan untuk membantu melakukan pemantauan pelaksanaan program MBG di berbagai daerah di Pulau Madura.
Melalui kehadiran P3MBG Madura, partisipasi publik dalam mengawal program strategis nasional diharapkan semakin kuat. Dengan pengawasan yang terbuka dan profesional, pelaksanaan program MBG diharapkan dapat berjalan lebih transparan dan benar-benar memberi manfaat bagi generasi masa depan.

Tinggalkan Balasan